Lembah Patah Hati
Lembah Patah Hati (Mei 2010)
Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya.Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka.
(Yes 31:4-5)
Pernahkah kita sadari kalau hidup kita ini dipertahankan “mati-matian” oleh Tuhan. Berapa kali mungkin kita sudah merasa hampir menyerah, kita jatuh, tetapi Allah selalu memberikan kekuatan dan kasihNya agar kita mampu bangkit lagi. Dia selalu mempertahankan setiap anak-anakNya, karena Dia adalah Bapa yang kekal buat kita. Ada suatu kisah nyata dimana suatu keluarga yang kaya dan memiliki seorang anak yang sakit parah. Orang tuanya dengan sekuat tenaga membiayai pengobatannya yang tidak murah sampai-sampai harta kekayaan mereka habis. Namun orang tua tersebut tidak putus asa, mereka terus memperjuangkan kehidupan anaknya. Jika orang tua didunia mempertahankan mati-matian kehidupan anaknya, apalagi Bapa Surgawi kita. Dia pasti akan mempertahankan anak-anak yang sangat dikasihiNya.
Pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari beberapa peristiwa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk mempertahankan murid-murid yang dikasihiNya. Peristiwa ini terjadi saat Tuhan Yesus bangkit dari kematian, dimana Dia menampakkan diri kepada murid-muridNya untuk menguatkan mereka supaya mereka tidak kecewa dan meninggalkan iman percaya mereka.
1. Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena (Yoh 20:11-18)
Ketika Maria Magdalena melihat kubur Yesus kosong, dia begitu sedih dan menangis sampai-sampai dia tidak mengenali Yesus (ayat 14) bahkan menganggap Yesus sebagai penunggu taman. Padahal kita tahu bahwa Maria Magdalena termasuk salah satu orang yang dekat dan mengenal Yesus. Namun mengapa dia bisa tidak mengenali Yesus?? Hal ini terjadi karena hati Maria Magdalena waktu itu sangat kacau sampai-sampai dia tidak mengenali Yesus. Seringkali ketika hati kita sedang kacau, kita juga tidak mampu mengenal Tuhan Yesus, mengerti kehendakNya atau memahami rencanaNya. Bagaimana cara Tuhan untuk menyadarkan Maria Magdalena (kita)?? Cara Tuhan menyadarkan Maria yaitu memanggilnya dengan keras (Yoh 20:16). Cara pertama yang Tuhan lakukan untuk mempertahankan anakNya yaitu dengan memanggil nama anakNya.
2. Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus (Lukas 24:13-35)
Pada waktu itu 2 murid dalam perjalanan ke Emaus, mereka sedang membicarakan tenntang peristiwa penyaliban Yesus. Saat itu mereka dalam kondisi hati yang kecewa karena mereka mengharapkan Yesus yang akan membebaskan bangsa Israel (ayat 21) tetapi kenyataan yang mereka hadapi bahwa Yesus yang mereka harapkan mati diatas kayu salib. Ketika mereka sedang asyik berbicara, Yesus tiba-tiba datang dan ikut dalam perbincangan mereka, namun mereka tidak sadar bahwa itu adalah Yesus. Ketika hati kita sedang mengalami kekecewaan, seringkali kita juga sulit untuk bisa melihat Yesus, sama seperti yang dialami kedua murid tersebut. Cara yang Yesus lakukan untuk menyadarkan muridNya yaitu dengan mengulang peristiwa yang sama yang pernah mereka alami bersama dengan Yesus. Peristiwa tersebut yaitu perjamuan malam ketika Yesus memecah roti (ayat 30). Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka bisa mengenal Yesus. Cara kedua yang dilakukan Tuhan untuk mempertahankan kita yaitu mengulang lagi peristiwa-peristiwa yang pernah kita alami dengan Tuhan.
3. Yesus menampakkan diri kepada semua murid (Lukas 24:36-49)
“Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” (Lukas 24:39)
Cara ketiga yang dilakukan Tuhan untuk menyadarkan dan mempertahankan murid-muridNya yaitu dengan menunjukkan bukti nyata. Manusia cenderung menginginkan bukti nyata baru bisa percaya dengan mudah. Terkadang kita ingin melihat janji-janji Tuhan dahulu baru percaya dan mau mengikuti panggilan Tuhan. Ingatlah saudara terkadang Tuhan menginginkan kita untuk memiliki iman percaya kepadaNya.
4. Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya di pantai danau Tiberias (Yoh 21:1-14)
Pada peristiwa ini Yesus menampakkan diri di danau Tiberias atau danau Galilea seperti yang sudah pernah Dia katakan kepada murid-muridNya. Pada peristiwa ini, murid-murid Yesus juga tidak sadar bahwa yang naik perahu bersama-sama dengan mereka adalah Yesus. Sampai ketika Yesus memerintahkan mereka untuk menebarkan jala, murid yang dikasihiNya menyadari bahwa itu adalah Yesus. Cara yang sama diulang oleh Yesus saat memanggil mereka. Cara keempat yang dilakukan Yesus yaitu mengulang kembali peristiwa saat Tuhan memanggil mereka menjadi murid. Hal ini berbicara tentang pembaharuan visi yang perlu kita alami agar kita tetap bisa bertahan dalam panggilan kita. Setelah mengalami lembah “patah hati” (kekecewaan) kita harus mengalami pembaharuan visi untuk mengembalikan kepercayaan diri kita.
5. Kisah Simon Petrus dalam Yoh 21:15-19
Pada kejadian ini, kita tahu bahwa Yesus bertanya sampai 3 kali kepada Petrus “apakah Petrus mengasihi Yesus lebih dari mereka?” Kata “mereka” yang dimaksud Yesus berbicara tentang apakah Petrus lebih mengasihi Yesus daripada pelayanan, pekerjaannya sebagai nelayan. Tiga kali pertanyaan tersebut diulang untuk membuat Petrus sadar bahwa dia belum mengasihi Yesus dengan agaphe. Beberapa penafsiran menyatakan bahwa pertanyaan pertama dan kedua Yesus berkata kepada Simon “Apakah kamu mengasihi Aku dengan agaphe?” namun Petrus menjawab “Ya, aku mengasihiMu dengan filia” (kasih karena persaudaraan). Sampai pada pertanyaan yang ke-3, Yesus mengubah pertanyaanNya “Apakah kamu mengasihi Aku dengan filia?” disitulah Petrus menyadari kasihnya ke Tuhan. Ini merupakan ujian terakhir yang diberikan Yesus kepada Petrus sebelum Yesus terangkat ke surga. Ini merupakan cara Yesus untuk mempertahankan Petrus, karena Yesus tahu akan jadi seperti apa Petrus jika dia dipertahankan. Kita semua tahu akhirnya Petrus jadi salah satu rasul yang besar. Ketika kita gagal disatu area dalam kehidupan kita maka Tuhan akan terus menguji kita diarea yang sama sampai kita berhasil memenangkan area tersebut bersama dengan Tuhan.
Tuhan tahu dan mengenal setiap pribadi kita dengan detail. Dia juga tahu akan seperti apa kita jika kita mengikuti setiap didikan dan bentukanNya. Oleh karena itu Dia akan mempertahankan anak-anakNya dengan caraNya yang ajaib. Perjumpaan dengan Tuhan akan membawa kita memiliki iman yang benar dalam Tuhan. Jangan pernah menyerah dengan apapun dan mintalah pengenalan yang benar akan pribadiNya yang ajaib.
Ev. Evie Mehita