You are here: Home Resources Article

Artikel

Generasi Akhir

Tongkat Estafet Iman

(Agustus 2010)

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)

 

Ibrani 11 berbicara banyak tentang iman, dan dijelaskan tentang warisan iman yang luar biasa. Namun seringkali kebanyakan orang sulit untuk bisa melihat dan mempercayai apa yang tidak kelihatan itu, manusia cenderung selalu melihat “casing” (apa yang terlihat oleh mata). Ada warisan iman yang sebetulnya Tuhan berikan dari zaman dahulu kala dari generasi ke generasi, mulai dari Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, dan yang lainnya. Sampai pada ayat 32 Paulus mengatakan tidak cukup waktu untuk menjelaskan satu persatu pahlawan-pahlawan iman yang ada di Alkitab. Di ayat yang ke 33-40 merupakan ayat yang cukup mengagetkan saya, bagaiman iman mempunyai kuasa yang luar biasa. Pada kesempatam kali ini saya akan menyoroti apa yang ditulis pada ayat 40b “...tanpa kita mereka tidak dapat sampai pada kesempurnaan”. Apa maksud dari ayat ini? Saudara, banyak hamba-hamba Tuhan yang mendapatkan bahwa kita ini adalah Generasi Akhir, kalau di gereja ini kita menyebutnya dengan Generasi Jawaban Doa (The Answered Prayer Generation), ada juga yang menyebutnya dengan Generasi Penuntas. Apapun sebutannya yang pasti kita memang adalah generasi akhir. Tanpa kita maka iman dari pahlawan-pahlawan iman yang terdahulu tidaklah sempurna.

Read more...

   

Perkenanan Tuhan

PERKENANAN TUHAN
(Juni 2010)

Pernahkah saudara merasakan kehilangan? Entah itu perhiasan berharga, barang, orang yang dikasihi  atau mungkin sesuatu yang tidak pernah dianggap berharga namun sangat terasa pengaruhnya saat kita menyadari sesuatu itu tidak ada lagi. Apapun bentuk kehilangan yang kita alamai itu pasti akan mempengaruhi kita dan kehilangan yang paling besar dan yang pasti akan sangat berdampak dalam hidup kita baik di masa sekarang maupun dalam kehidupan kekal nanti, yaitu saat kita kehilangan perkenanan Tuhan. Saat kita kehilangan perkenanan terhadap seseorang atau tidak suka (berkenan) dengan seseorang umumnya hubungan kita dengan orang tersebut akan menjadi renggang. Bukan karena Tuhan tidak lagi mengasihi kita, tetapi karena dosa membawa kita jauh terpisah dari Tuhan. Saat kita membuka diri bagi dosa kita sedang mendukakan Roh Kudus yang ada dalam diri dan setiap kali dengan sadar kita membiarkan dosa menguasai kita, tidak segera bertobat tetapi justru menikmati dosa maka kita akan kehilangan perkenanan Tuhan. Kehilangan persekutuan dengan Tuhan merupakan sesuatu yang sangat fatal dalam kehidupan kerohanian kita saudara. Yang lebih memprihatinkan, banyak anak Tuhan tidak menyadari bahwa dirinya sedang kehilangan perkenanan Tuhan karena ini banyak kali terjadi tanpa tanpa tanda-tanda yang mencolok, bukan sesuatu yang terlihat yang dapat diamati dengan jelas.

Kita harus berhati-hati saudara, karena semua kita membutuhkan perkenanan Tuhan dan saya percaya kita semua pasti ingin mendapatkan perkenanan Tuhan, ingin menyenangkan hati Tuhan. Tetapi banyak diantara anak Tuhan tanpa sadar hidupnya tidak lagi berkenan dihadapan Tuhan. Berbicara soal perkenanan kita pasti ingat bagaimana ratu ester memperoleh perkenanan raja. Pada waktu itu tidak semua orang bahkan tidak semua ratu di kerajaan memdapat perkenanan untuk menghadap raja jika tanpa perintah raja. Seseorang yang memberanikan diri menghadap raja tanpa dipanggil dan diperkenankan raja, siapapun termasuk seorang ratu, orang itu harus dihukum mati. Begitupun terhadap Tuhan, Allah kita memang pengasih dan penyayang, Dia Bapa yang baik dan Sahabat dan yang setia, namun Tuhan kita juga adalah Raja di atas segala raja. Dia layak dihormati dan menerima pengabdian kita. Untuk itu kita harus belajar bagaimana hidup dengan sungguh di hadapan Raja, jangan sampai perkenanan Tuhan, sang Raja, terhadap kita hilang saudara.

Read more...

   

Berapakah Nilai dari Yesus?

Berapakah Nilai Dari Yesus ?
(Juli 2010)
 
Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." (Matius 13:44-46)

Pada ayat di atas, Tuhan mengumpamakan hal kerajaan surga seperti mutiara. Mengapa Tuhan mengupamakannya seperti itu? Kita akan belajar tentang latar belakang yang terjadi saat itu sampai Yesus menggunakan mutiara untuk mengumpamakan Kerajaan Surga.  Pada zaman dahulu mutiara tidak dibudidayakan sepert saat ini. Saat ini, orang dapat dengan cukup mudah menggunakan suatu teknik pembudidayaan mutiara, misalnya dengan memasukkan pasir ke dalam kerang sampai akhirnya menjadi mutiara. Pada zaman Yesus, sangat sulit untuk mendapatkan sebuah mutiara sehingga mutiara merupakan sesuatu yang sangat mahal dan berharga. Untuk mendapatkan sebuah mutiara, mereka harus mencarinya di laut lepas, seperti di Laut Merah dan mereka harus menyelam ke kedalaman lautan. Sedangkan pada zaman Yesus belum ada peralatan selam seperti sekarang. Bisa kita bayangkan betapa sulitnya dan berbahayanya untuk mendapatkan sebuah mutiara. Bisa dikatakan mereka mempertaruhkan nyawanya untuk dapat memperoleh mutiara yang bagus.  Mutiara yang mereka cari adalah yang sempurna dan yang sempurna itu bentuknya bulat, mulus, dan besar. Inilah suatu gambaran yang ingin Yesus sampaikan tentang hal kerajaan surga yang sangat berharga buat anak-anakNya. Kita akan melihat di ayat yang lainnya yang berbicara tentang 'mutiara'.

Read more...

   

Hak Kesulungan

HAK KESULUNGAN
(Juni 2010)

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar firman Tuhan tentang 'hak kesulungan'. Karena ternyata banyak orang kristen yang kurang menghargai bahkan memahami betapa penting dan berharganya arti hak kesulungan dalam hidup mereka. Dalam Kejadian 25:19-34 diceritakan bagaimana Esau memandang rendah bahkan menjual hak kesulungannya kepada Yakub demi mendapatkan semangkok kacang merah. Apa arti sebuah hak kesulungan?? Hak kesulungan merupakan hak kepemimpinan di keluarga dan di ibadah. Menurut adat di Israel, hak kesulungan memiliki keunggulan sebagai berikut:
· memiliki hak kepemimpinan yang lebih dari yang lain
· memperoleh hak warisan dua kali lipat dari yang lainnya
· mendapat berkat dan kekuasaan yang lebih dari yang lain
Kita merupakan yang sulung dari semua ciptaan Tuhan. Oleh karena itu kita memiliki hak kesulungan secara rohani. Kita juga merupakan ahli waris dari tahta Kerajaan Allah karena kita anak-anak Allah (Roma 8:14-17).

Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia (Roma 8:17)

Read more...

   

Bekal Untuk Perjalanan Hidup

Bekal Untuk Perjalanan Hidup
(Mei 2010)

 

Kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang cukup panjang di bumi ini, banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan tersebut. Misalnya kita sedang melakukan perjalanan yang panjang sampai mungkin 1 minggu di hutan. Banyak hal bisa terjadi dalam perjalanan kita, mungkin kita bisa bertemu dengan binatang buas, bekal kita habis, kita tersesat dan banyak hal lain yang bisa terjadi. Demikian juga dengan perjalanan kita mengikut Tuhan. Di bumi ini kita seperti seorang musafir yang melakukan perjalanan panjang untuk menyelesaikan suatu misi dan akhirnya kita kembali lagi ke rumah kita yang sesungguhnya yaitu surga.
Dalam menempuh perjalanan yang panjang kita pasti membutuhkan bekal untuk bisa menempuh perjalanan tersebut. Hari ini kita akan belajar tentang 9 bekal yang perlu kita miliki dalam menyelesaikan perjalanan kita.

1. Patuhi hukum kerajaan

Bekal yang pertama yaitu mematuhi hukum kerajaan Allah. Kita merupakan warga kerajaan Allah jadi kita harus mematuhi hukum/peraturan yang berlaku seperti halnya dengan kita sebagai warga negara Indonesia pasti harus mematuhi peraturan/hukum yang berlaku di negara kita. Untuk dapat menyelesaikan perjalanan kita di bumi dengan baik dan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan maka kita harus mengikuti “aturan main” Allah. Contohnya: ketika kita main game pasti kita harus tahu aturan dan cara memainkannya supaya kita bisa menang. Kita harus tahu bahwa ternyata hukum Tuhan berbanding terbalik (berlawanan) dengan hukum dunia. Hal ini dapat kita lihat di Mat 7:13 “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya...” Dari ayat tersebut, Tuhan memerintahkan kita untuk lewat pintu yang sempit. Pintu yang sempit pasti tidak enak, tetapi Tuhan berkata pintu yang sempit tersebut akan membawa kita pada kehidupan kekal. Sedangkan pintu yang luas itu yang lebih banyak disukai dunia. Oleh karena itu kita harus berjuang, memiliki daya juang yang besar dan tidak mudah putus asa.
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan? "Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat (Lukas 13:23-24). Ada beberapa hukum kerajaan yang perlu kita ketahui:
· Repetence (pertobatan)
· Obedience (ketaatan), kita harus memiliki ketaatan kepada Tuhan dengan disertai sukacita, bukan ketaatan karena terpaksa. Karena firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang bersukacita dapat menanguung penderitaan. Firman Tuhan juga mengatakan bersukacitalah maka Tuhan akan memberikan apa yang diinginkan hatimu.
"...dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu" (Mazmur 37:4)
   

Ciri-ciri Warga Kerajaan Allah

CIRI-CIRI WARGA KERAJAAN ALLAH (UCAPAN BAHAGIA)
(Mei 2010)

Kita akan sama-sama belajar apa yang firman Tuhan katakan tentang orang-orang yang diberkati yang merupakan ciri-ciri warga kerajaan Allah. Ucapan bahagia, dalam Mat 5:1-12 ini perikop yang sangat terkenal saudara. Dari literatur lain yang saya baca, perikop ini bukan hanya ucapan bahagia tetapi ternyata berbicara mengenai ciri-ciri warga kerajaan Allah. Dalam terjemahan bahasa Inggris, kata “berbahagia” di sini menggunakan kata “blessed (= diberkati)”, diberkatilah orang-orang yang mengalami apa yang disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini:

Ayat 3: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Kata “miskin di hadapan Allah” juga diterjemahkan sebagai miskin sebagai “miskin dalam roh (poor in spirit)” Miskin di hadapan Allah, bukan berarti kita menjadi orang yang miskin secara lahiriah dalam status sosial dan ekonomi kita. Miskin di hadapan Allah ini berarti kita memiliki roh yang selalu menginginkan Tuhan. Tidak pernah bisa merasa puas dengan kondisi rohani yang biasa-biasa saja, kondisi rohani yang sudah ada saat ini, tetapi selalu ingin mencapai tingkatan yang lebih lagi dalam pertumbuhan rohani. Ini juga bisa berarti suatu keadaan dimana kita, dengan sadar mengakui bahwa kita tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan, dipertahankan dan diandalkan selain Tuhan. Kebalikan dari kesombongan rohani yang selau merasa puas dan cenderung membanggakan diri. Tetapi kita juga perlu berhati-hati dengan sikap hati yang mengasihani diri dan merasa tidak bisa apa-apa, pemikiran dan sikap yang melemahkan hati ini sangat berbeda dengan “miskin rohani”. Mereka yang tidak lagi mempertahankan dan fokus dengan semua yang mengenyangan daging, tetapi lebih memilih untuk mengosongkan diri dan hanya puas dengan Allah dan apa yang dariNya, merekalah yang dikatakan akan mewarisi/memiliki kerajaan sorga.

Read more...

   

Lembah Patah Hati

Lembah Patah Hati (Mei 2010)

Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: Seperti seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, dan tidak terkejut mendengar teriakan seluruh pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia, dan tidak mengalah terhadap keributan mereka, demikianlah TUHAN semesta alam akan turun berperang untuk mempertahankan gunung Sion dan bukitnya.Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah TUHAN semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya, melindungi dan menyelamatkannya, memeliharanya dan menjauhkan celaka.
(Yes 31:4-5)

Pernahkah kita sadari kalau hidup kita ini dipertahankan “mati-matian” oleh Tuhan. Berapa kali mungkin kita sudah merasa hampir menyerah, kita jatuh, tetapi Allah selalu memberikan kekuatan dan kasihNya agar kita mampu bangkit lagi. Dia selalu mempertahankan setiap anak-anakNya, karena Dia adalah Bapa yang kekal buat kita. Ada suatu kisah nyata dimana suatu keluarga yang kaya dan memiliki seorang anak yang sakit parah. Orang tuanya dengan sekuat tenaga membiayai pengobatannya yang tidak murah sampai-sampai harta kekayaan mereka habis. Namun orang tua tersebut tidak putus asa, mereka terus memperjuangkan kehidupan anaknya. Jika orang tua didunia mempertahankan mati-matian kehidupan anaknya, apalagi Bapa Surgawi kita. Dia pasti akan mempertahankan anak-anak yang sangat dikasihiNya.

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar dari beberapa peristiwa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk mempertahankan murid-murid yang dikasihiNya. Peristiwa ini terjadi saat Tuhan Yesus bangkit dari kematian, dimana Dia menampakkan diri kepada murid-muridNya untuk menguatkan mereka supaya mereka tidak kecewa dan meninggalkan iman percaya mereka.

Read more...

   

Perzinahan Rohani

PERZINAHAN ROHANI
(Juni 2010)

Taukah kita akan arti hadirat Allah dan pentingnya hadirat Allah dalam hidup kita?? Seringkali manusia kurang bisa menghargai hadirat Allah. Bagaimana hubungan kita dengan Allah hari-hari ini? Adakah lawatan atau hadirat Allah dalam kamar-kamar doa pribadi kita atau hari-hari ini hati kita sedang tawar atau hambar dengan Tuhan? Ketika hati kita hambar, jangan biarkan hal itu berlama-lama tinggal dalam hati kita. Hadirat Allah berbicara tentang hubungan Allah dengan kita dan itu merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Ketika hubungan kita dengan Allah baik maka kasih Allah akan mengalir sempurna dalam hidup kita dan itu yang akan menguatkan kita untuk berjalan dalam panggilan Allah dan mengikuti kehendak Allah yang sempurna dalam hidup kita.

Jika hari-hari ini hubungan kita dengan Allah kurang baik maka mari kita perbaiki hal tersebut, karena yang dikejar Allah dalam kehidupan manusia adalah hubungan kita dengan Dia. Ketika kita meninggikanNya maka Tuhan akan menyatakan lawatan dan hadiratNya. Mari saudara kita juga mengejar hubungan yang semakin hari semakin intim dengan Allah baik ketika kita digereja maupun di  kamar pribadi kita. Ketika di gereja, mari kita belajar mempersiapkan diri sebelum kita berangkat ke gereja. Mari kita belajar bukan hanya terus kita memikirkan apa yang akan kita dapatkan dari Tuhan saat ke gereja tetapi mari kita pikirkan apa yang dapat kita berikan untuk Bapa kita yang sangat mengasihi kita.

Read more...

   
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  Next 
  •  End 
  • »