

Wednesday, 16 September 2009 12:25
Gadis kecil di pangkuan Bapa yang selama ini terlihat begitu manja dan menangis…
Sekarang diajar untuk dewasa…
Dia terlihat agak canggung duduk di sana..entah kenapa…
Sering dia mengadu dan menangis..Bapa tidak menganggap itu sebagai suatu kesalahan..
Sekarang dia bingung..apa artinya bergumul?
Saat dia harus mengambil suatu langkah…dia bertanya pada Roh Kudus.."apa yang harus kulakukan?"
Bagaimana caranya aku bergumul dengan Bapa? Sedangkan selama ini aku terus saja manja..
Apakah Bapa menjadi lawan pergumulanku?
Di tengah kegalauannya..Bapa datang…..
Berdiri di sampingnya…
Jongkok dan melihat wajah si gadis dengan lembut..
Ia perlahan mengusap air matanya yang mengalir..
Sang Bapa berkata…
Gadis kecilku..Aku tahu persis hati-Mu..
Kau berusaha mengasihi-Ku dan memberi dirimu untuk-Ku
Kau sedang bingung? Ya..kau mulai belajar bergumul..
Jangan takut anak-Ku..justru saat saat inilah Bapa akan selalu menemanimu mengambil jalanmu
Kau mengira pergumulan itu berarti bergulat dengan Bapa?
Sanga Bapa perlahan membelai rambut si gadis..
"Tapi Bapa..aku ini masih manja…dan bergumul dengan-Mu?..aku pasti kalah!!”
Bapa tersenyum simpul….
“Hei coba pandang Bapa…."
Ia mengangkat wajah anak itu..
“ Selamanya di mata Bapa, kau tetap jadi gadis kecil Bapa yang manja dan sangat menyenangkan Bapa…Kau tahu melihatmu..tumbuh sebesar ini…Hati Bapa sangat bahagia..Bapa kan berikan semua..tapi sayangku…kamu harus belajar meminta dan jujur pada Bapa..ya? "
Si gadis berkata “ jadi Bapa akan bergulat denganku?
“Tentu kau harus belajar dewasa, mandiri dan kuat..bergumul dengan-Ku bukan berarti Bapa jadi lawan gulatmu sayang..asal itu baik..Bapa akan berikan..
“ Trus kenapa Bapa lama menjawabku? Aku kan jadi bingung!!” sambil cemberut
“ Hey…ada waktu Bapa bicara jelas nanti..Bapa percaya kamu tahu..karma kamu anak Bapa..mana yang Bapa suka, mana yang tidak…sudahlah, jangan takut lagi..berjalanlah terus anak-Ku….kan Bapa selalu mengawasimu….”
“ wah jadi selamanya memang aku tak bisa lepas dari Bapa ya..jadi boleh kan aku jadi anak Bapa yang sayang Bapa..”
“ Boleh..asal kamu juga belajar jadi dewasa..tapi tetap jadi anak Bapa yang manis..sini duduklah disini..”
Sang Bapa kembali mengambil mendudukkan anak-Nya di pangkuan-Nya dan bersiap untuk rencana yang besar…
MEE