Wednesday, 16 September 2009 12:10
Seekor rajawali kecil..
Berpijak di atas dahan pohon yang tinggi..dia telah lama menikmati nyamannya sarang
Dia mulai keluar dari situ dan berdiri..
Matanya memandang kekanan dan kekiri..atas bawah..
“kenapa aku harus ada di tempat setinggi ini? Apa aku harus ke atas?”
Kakinya berpijak di kayu tua yang kekar, kaki kecilnya gemetar..tak mampu mencengkram dahan kayu tua itu..
Perlahan dia membuka sayap-sayapnya..satu ..dua…
Sayap yang indah dan bersih terentang indah..
“ apa hanya dengan dua sayap ini aku bisa terbang? Apa tidak jatuh?”
Rajawali….bagaimanapun engkau takut..kau tetap seekor rajawali..yang seharusnya ada di atas..
Itulah kehidupanmu..
Seharusnya kau mampu mengokohkan pijakan kakimu dan mencengkram erat dahan tua itu…
Karna kau punya kekuatan untuk itu..
Wednesday, 16 September 2009 12:08
Ketika kita memikirkan dan merenungkan sebuah puisi cinta dan kedalaman arti dan semangat yang membara dari puisi itu, adalah baik untuk belajar menjadi pena yang membuatnya, dimana kamu tahu ketaatan dari pena untuk digerakkan oleh-Nya. Dan dari ketaatan timbullah kesabaran dan dari kesabaran timbul kesetiaan yang merupakan dasar dari kasih yang sejati. Adalah baik jika saya belajar menjadi pena-Mu yang Kau gerakkan untuk membentuk puisi cinta untuk Kekasihku di Sorga, untuk orang tua, untuk sahabatku, dan untuk pendampingmu kelak.
Page 9 of 9