Tuesday, 31 January 2012 12:35
Alamilah kuasa pemulihan & kesembuhan dari Surga yang mengubahkan hidup saudara dalam
Ibadah Malam Kesembuhan - Healing from HEAVEN...
Thursday, 26 January 2012 15:17

Wednesday, 26 January 2011 15:55
Penerimaan Tanpa Syarat
Syalom semua… salam kenal untuk semuanya. Sebelumnya aku mau ucapin terima kasih buat my Lord Jesus yang sudah melakukan banyak hal dalam hidupku, buat sahabat-sahabatku dikampus, rekan-rekan sekerjaku dalam Yesus Kristus terima kasih untuk semua pengorbanan kalian dalam hidupku.
Aku mau bercerita tentang awal mula aku kenal Yesus, mulai memutuskan mengikuti Dia sampai semua proses dan banyak hal yang terjadi dalam hidupku. Aku dibesarkan bukan dari kalangan keluarga Kristen. Memang sejak kecil aku sudah sering dengar tentang Yesus sesembahan orang Kristen, namun aku tidak mau terlalu ambil pusing untuk cari tau lebih dalam tentang Yesus waktu itu. Bisa dibilang, masa kecilku adalah masa kecil yang cukup bahagia. Orang tuaku memperlakukan aku selayaknya seorang anak-anak sampai akhirnya aku duduk dibangku SMP kelas 1, disitulah perjuangan hidupku dimulai. Ketika aku SMP kelas 1, aku termasuk anak yang sering dijadikan bulan-bulanan oleh teman-temanku disekolah. Namun justru karena hal itulah secara tidak sadar aku terluka dalam hal pengakuan. Ketika kelas 2 SMP, aku pindah sekolah dari sekolah negeri favorit ke sekolah swasta dimana sekolah itu berisi anak-anak nakal bahkan lebih nakal daripada teman-temanku sewaktu di SMP negeri. Sewaktu aku masuk disana, aku sudah bertekad untuk menjadi seperti mereka untuk membuktikan kepada teman-temanku di SMP negeri bahwa aku lebih daripada mereka. Memang, sewaktu masuk pertama kali ke sekolah itu butuh perjuangan untuk membuat mereka menerima diriku, sampai akhirnya aku menjadi seperti mereka. Dan demi mendapatkan pengakuan yang aku cari selama ini, kenakalanku semakin menjadi-jadi dan temanku pun semakin banyak dan mayoritas mereka adalah berandal. Namun walau aku sudah mendapat banyak teman, aku tetap merasa dunia menolak aku, semakin aku ingin menjadi seperti dunia ini, dunia semakin menganggap bahwa aku tidak ada, aku tidak pernah eksis didunia ini, aku hanyalah sampah. Kekosongan ini berlanjut sampai aku duduk di bangku SMA kelas 1, dimana awal pertobatanku bermula.
Page 1 of 3