
Healing From Heaven adalah salah satu bentuk kegerakan kesembuhan berupa Ibadah kesembuhan, maupun pelayanan “on air” lewat media Radio. Pelayanan ini dikembangkan untuk pengembangan misi dari “Voice of Healing” yang menyuarakan kesembuhan lewat kesembuhan fisik, batin maupun spiritual. Kerinduan Voice Of Healing ini adalah menjadi alat Tuhan dalam menyembuhkan jiwa-jiwa yang terluka, pahit dan sakit, serta membuat mereka mengalami kasih Bapa sehingga hidup mereka berdampak bagi Kerajaan Allah.
Voice Of Healing melakukan pelayanan berupa KKR-KKR Kesembuhan, kunjungan dan mendoakan yang sakit, mencetak kaset-kaset kesembuhan, konseling, klinik, apotik, mendirikan Rumah Pemulihan/Kesembuhan, Rumah Obat-Obatan. Voice Of Healing juga melakukan suatu tindakan iman mereka, sesuai dengan perintah Tuhan yang mereka dapatkan pada tahun 2009, untuk menyiapkan dan mendoakan “media kesembuhan” yang mereka beri nama “Water Of Life”. Air biasa yang didoakan secara khusus ini mereka bagikan secara cuma-cuma kepada siapa saja yang membutuhkannya dengan catatan bahwa kuasa Yesuslah yang menyembuhkan. Kuasa datang bukan air itu tetapi dari Yesus.
Yang lumpuh, berjalan, Yang buta, melihat,
Yang terikat, dibebaskan, Yang rusak, diganti baru,
Yang tidak percaya, menjadi percaya,
Yang terluka dipulihkan, Yang mati, dibangkitkan!
Yohanes: 14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.
Yohanes 4:46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
4:47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
4:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
4:50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
4:51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
4:52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
4:53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
Mengapa harus terjadi mujizat? Yesus mengatakan dalam Firman-Nya “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." Manusia cenderung melihat kepada bukti dan kenyataan yang telah terjadi, barulah dia dapat percaya. Tetapi Tuhan berkata juga “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29).
PAHIT DAN SAKIT
Pahit dan sakit. Itulah kenyataan yang dialami bangsa Indonesia maupun oleh kebanyakan anak-anak Tuhan. Gereja menjadi sakit dengan pengajaran sesat dan tak berimbang. Anak-anak Tuhan pahit dan sakit, merasa tertipu dengan kekristenan di akhir zaman ini. Ngakunya percaya Yesus, berbahasa Roh tetapi sikapnya tetap memfitnah, berkata kasar dan pamarah. Ngakunya pelayanan tetapi berjinah dengan rekan pelayannya, dan melakukan aksi “sihir” untuk mendapatkan jiwa-jiwa. Kekristenan sedang sakit dan pahit. Jemaat menjadi pahit dan sakit karena kekecewaan dengan hamba Tuhan yang terkenal “baik dan diurapi”, merasakan kesembuhan-kesembuhan semu (red-Kesembuhan palsu akan dibahas pada edisi berikutnya), kebangkitan demi kebangkitan yang sekedar membawa suasana kebangkitan yang dibesar-besarkan.
. Makanan pahit yang sedang dibungkus gula manis! Inikah yang namanya kebangunan rohani dan pemulihan?
TUJUAN KEDATANGAN YESUS
Yesus membawa kesembuhan! Amin. Bukan hanya kesembuhan secara fisik, yang lumpuh berjalan, yang buta melihat, yang kanker menjadi sembuh. Umat Tuhan membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar kesembuhan fisik. Umat Tuhan sedang membutuhkan kesembuhan secara hati, secara jiwa, secara moral, secara pengajaran yang sehat dan berimbang, secara roh. Sudah waktunya Umat Tuhan diberikan “kabar baik”, yaitu kabar kebenaran yang sejati, yang memerdekakan, bukan ditutup-tutupi, bukan pengajaran dan kabar yang dibuat-buat untuk menyenangkan telinga manusia (2 Tim 4:4).
Tuhan berkata Dia juga memberikan kebebasan kepada yang tertawan. Banyak anak Tuhanpun yang sedang tertawan. Tertawan oleh kutuk, tertawan oleh filsafat dan pikiran sia-sia dari dunia, tertawan oleh ikatan jiwa yang tidak sehat, tertawan oleh masa lalu, tertawan oleh bagian-bagian dari dirinya sendiri yang belum sepenuhnya diberikan kepada Tuhan. Yesus juga melakukan pembebasan untuk tubuh kita juga memberikan kebebasan pada yang tertindas dan menderita, yang diperlakukan tidak adil dalam hidupnya. Yesus memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Ya, inilah waktu dimana pintu kasih karunia-Nya dibuka lebar-lebar. Yesus datang untuk mati agar semuanya tadi dapat terjadi lewat hidupnya dan dimeteraikan dengan darah-Nya sampai Sorga dan dunia orang matipun tahu bahwa Dia telah melakukan karya terbesar-Nya buat kita yang dikasihi-Nya.
MUJIZAT BUKAN TUJUAN UTAMA
Sepuluh orang kusta datang kepada Yesus untuk meminta belas kasihan Tuhan agar mereka disembuhkan dari penyakit yang membuat hidup mereka hancur. Setelah Yesus memandang mereka, Dia berkata “ Pergilah, perlihatkan dirimu kepada imam-imam” Dan luar biasanya, setelah mereka dalam perjalanan, mereka sembuh! Tetapi hanya satu orang Samaria yang kembali pada Yesus yang berterima kasih pada-Nya. Orang inilah yang memiliki iman yang menyelamatkan, bukan yang sekedar disembuhkan. Kata Yesus “Berdirilah, dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Lukas 17:11-19).
Mujizat memang masih terjadi tetapi ini bukanlah tujuan utama kita. Esensi sebuah kesembuhan adalah pemulihan hubungan manusia dengan Penciptanya. Yesus melakukan banyak mujizat sewaktu hidup di dunia karena begitu banyak orang yang baru percaya setelah melihat mujizat, dan tentu saja Tuhan bukan pemarah dan menolak umat-Nya yang rindu mengalami mujizat. Diapun melakukannya dan menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kasih, pengampunan, keselamatan, dan otoritas-Nya sebagai Anak Allah yang hidup.
Pada waktu itu, bangsa Israel menginginkan Mesias datang untuk benar-benar menjadi Raja yang akan melakukan perubahan. Mereka sedang sakit dan pahit, tetapi Yesus tidak menjadi Raja Israel waktu itu, Dia memberikan kasih, pengampunan dan kesembuhan. Kita lihat, bahwa bukan mujizat yang menjadi tujuan utama Kristus, tetapi yang terjadi sesudahnya, yaitu kemuliaan bagi Bapa di Sorga, ada iman-iman yang ditumbuhkan, ada keselamatan bagi yang disembuhkan dan keluarganya, ada kebangunan rohani dalam jiwa-jiwa yang melihatnya. Tidak heran, banyak anak-anak Tuhan yang mengejar sekedar kesembuhan dan mujizat, tidak mengalami keselamatan buat jiwanya. Mereka memandang kesembuhan hanya sekedar sembuhnya tubuh jasmani mereka, tanpa pemulihan hati, jiwa dan roh.
Bagaimana agar dapat mengalami kesembuhan yang mendatangkan keselamatan dan pemulihan roh dan jiwa kita? Satu-satunya cara, adalah datang kepada Penyembuh kita seperti satu orang kusta itu. Tidak banyak yang melakukan hal ini. Tuhan menginginkan kita kembali pada-Nya, tersungkur dihadapan-Nya dan memberikan hidup kita kepada-Nya untuk memberitakan kemuliaan-Nya bagi dunia ini.
Hubungi kami : Konseling/informasi : 031 60253003 / 081703502003
| Next > |
|---|