You are here: Home Resources Article Kestabilan Rohani

Kestabilan Rohani

Khotbah :  Christin Jedidah

Saudara, hari-hari ini kita sama-sama tidak boleh lemah, karena firman Tuhan berkata kita akan menuai jika kita tidak menjadi lemah. Saudara, untuk menuju kegerakkan Tuhan diperlukan Kestabilan. Saudara, jika kita membuat grafik keadaan rohani kita, akan terlihat tingkat kestabilan kita. Jika kita buat grafik disebelah kiri dari titik terendah, sangat lemah, lemah, cukup baik, baik dan sangat baik. Dan sebelah kanan kita tulis waktu, bagaimana dengan posisi grafik kita? Apakah kita selalu dalam keadaan lemah atau baik? Atau malah kita selalu dalam keadaan lemah? untuk itu kita perlu kestabilan. Ini sangat penting saudara, karena untuk menjaga kestabilan itu tidaklah gampang. Saya pun tiap hari harus berjuang untuk stabil dalam kerohanian saya.

Mari kita baca 1 Raja-raja 19:1-8, yaitu mengenai kisah Nabi Elia. Kita lihat bahwa Elia merupakan Nabi yang luarbiasa, yang dipakai Tuhan melakukan mujizat-mujizat Tuhan. Kisah Elia sebelum ke gunung Horeb adalah kisah Elia di gunung Karmel. Kita tau bersama bahwa pada zaman itu, raja Israel bernama Ahab dan istrinya bernama Izebel, isterinya nya ini digambarkan sebagai wanita-wanita dominan terhadap pria. Pada saat itu Nabi Elia menantang 400 nabi baal untuk mempersembahkan korban-korban kepada para allah, siapa yang punya allah yang bisa mendatangkan api dan membakar korban bakaran mereka. Saudara, kisah ini sungguh Ironis, seorang Nabi yang luarbiasa yang melakukan mujizat yang luarbiasa, karena berdoa dan mendatangkan api, menyembelih 400 Nabi baal, dan menurunkan hujan. Tapi dalam beberapa waktu kemudian, menurut saya tidak sampai seminggu ia mengalami kelelahan dan ingin mati, pada saat dia dibawah pohon Ara, ia mengasihani diri dengan berkata "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

Saudara, saat kita lemah mungkin kita mulai merasa ingin mati saja, dan merasa tidak layak, orang lain lebih baik, dan berkata kita buruk namun Tuhan kita luar biasa Ia memberi dua kesempatan kepada Elia, yaitu dengan utusan malaikat yang datang dan berkata “"Bangunlah, makanlah!", perkataan ini dikatakan dua kali oleh Malaikat untuk memberi kesempatan kepada Nabi Elia kembali bangkit, dan perkataan malaikat yang kedua "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Ini artinya bahwa jika kita tidak segera bangkit, nanti kita tidak akan mampu berjalan jauh dalam perjalanan kerohanian kita. Saudara, untuk itu kita perlu kestabilan, dan di dalam kestabilan mengandung dua hal yaitu ketaatan dan kesetiaan. Kita lihat dalam Wahyu 2:10 ”Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Saudara, jangan sampai kita memulai dengan roh namun mengakhiri dalam daging, kita perlu kesetiaan sampai akhir saudara, untuk mendapatkan mahkota kekal. AMIN.

Streaming CMC FM

Klik tombol PLAY : atau buka dengan

CMC on Youtube

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com