Monday, 20 February 2012 13:00
Khotbah Christin Jedidah
Hari-hari ini gereja yaitu saya dan saudara sedang dan akan dimurnikan, yaitu untuk dibentuk dan dipakai oleh Tuhan. Tidak hanya sekedar mulut kita yang bernyanyi atau memuji Tuhan, tapi hati kita jauh dari Tuhan. Motivasi kita datang gereja apakah hanya karena kita mau setor muka, memenuhi bangku gereja, atau karena sekedar hari minggu harus ke gereja. Tetapi ada sesuatu yang lebih yang harus kita cari saat kita datang beribadah. Tuhan merindukan adanya ibadah kita yang sejati. Lihat Yesaya 58:1-14 perikop kesalahen yang palsu dan yang sejati.
”……. Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!......” (Yesaya 58:1)
Kita lihat bahwa ini menggambarkan tentang gereja Tuhan yang mau mengenal Tuhan, mencari Tuhan, tidak meninggalkan hukum Allah, tapi kenapa Tuhan berkata bahwa mereka memiliki kesalehan yang palsu. Ayat ini berbicara seolah-olah kita adalah orang yang rohani dan baik, saat digereja seperti malaikat, kelihatannya baik, berpuasa, berdoa, tapi mengapa Tuhan tidak berkenan? Dikatakan bahwa kita tidak hanya sekedar beribadah, berpuasa, berdoa, tapi yang Tuhan inginkan adalah hidup yang diubahkan serupa dengan Kristus. Tuhan tidak mementingkan yang namanya karisma tapi karakter yang terus diubahkan.
Kasih Tuhan merupakan kasih yang tak bersyarat, tapi ingat janji Tuhan itu bersyarat. Ada janji-janji Tuhan yang belum tergenapi oleh karena kita belum siap menerima atau mungkin kita belum memenuhi syarat itu. Salah satunya adalah ketidakdewasaan, karakter kita menentukan janji Tuhan tergenapi. Kristen yang dewasa bukan karena pintar menyampaikan khotbah, pintar melayani, tapi adalah kehidupan yang diubahkan. Misalnya saat seseorang mempunyai teman special, biasanya akan memakai topeng jadi yang tampil yang baik-baiknya saja. Berpura-pura menjadi orang baik. Ini salah satu contoh kesalehan yang palsu.
Dalam kehidupan perjalanan kekristenan kita, Tuhan merindukan kesalehan yang sejati, bukan yang pura-pura menjadi orang yang rohani. Hari-hari ini mungkin ada diantara kita yang merasa hatinya kosong, hampa, terasa jauh dari Tuhan, mungkin ada yang harus kita bereskan dihadapan Tuhan.
“…..Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,…..” (Yesaya 58:6)
Kasih kita sama Tuhan, tidak hanya sekedar berkata mengasihi Tuhan, tapi harus ada tindakan-tindakan yang nyata. Mungkin Tuhan tidak ragu bahwa hati kita mengasihi Tuhan, tapi kita sendiri tidak mau diubahkan karakternya, masih malas, kebiasaan-kebiasaan buruk, masih suka marah sama Tuhan dan sesama, masih kekanak-anakan, atau mungkin adanya kesombongan secara terselubung, tidak mau ditegur dan dinasihati. Mungkin Tuhan akan tidak betah sama kita karena kita yang tidak mau diubahkan Tuhan. Bukan berarti Tuhan tidak bisa pakai kita, tapi jika kita masih tidak mau diubahkan maka kita tidak akan bisa dipakai lebih lagi, bahkan dapat membuat janji-janji Tuhan tertunda dalam hidup kita, bahkan sampai ditingkatan kita tidak mencapai garis akhir. Hidup dalam kehendak Tuhan memang kita harus belajar untuk memiliki ketabahan hati, dan keteguhan hati untuk berjalan dalam panggilan Tuhan. Baik oleh tuntunan keluarga, oranglain, atau saat-saat dimana oranglain menganggap remeh saat kita menjalankan kehendak Tuhan. Kemarin saya tersentuh saat mendengar sebuah radio yang mengangkat tema tentang pengutusan-pengutusan misi ke desa-desa yang terpencil, seseorang ini sampai mau dibunuh dan banyak mengalami pertentangan, saat orang yang menentangnya sakit, ia datang dan mendoakan, dan orang tersebut bertobat. Saya berdoa kita pun mau siap diutus untuk misi Bapa, sampai ke pulau-pulau dan desa-desa yang terpencil.
“Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (Efesus 5: 17)
Mari janganlah tertidur, bangkitlah dan kita sungguh-sungguh gunakan waktu kita untuk dapat mengenal kehendak Tuhan terutama kejarlah sungguh-sungguh kesalehan yang sejati yaitu hidup yang mau diubahkan Tuhan, semakin dewasa, dan memiliki belaskasihan bagi yang terhilang. AMIN