You are here: Home Resources Article COVENANT (IKatan Perjanjian)

COVENANT (IKatan Perjanjian)

Oleh sdr. Nicky

Setiap manusia pasti mempunyai hubungan, baik dengan orangtua, saudara, maupun teman-teman. Dan suatu hubungan selalu disertai dengan komitmen. Karena tidak mungkin kita melakukan suatu hubungan tanpa disertai komitmen, karena komitmen itu akan menjaga suatu hubungan tetap berlangsung. Mazmur 50:5 : “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”

Dalam hidup ini yang paling penting saya rasa adalah jika kita dikasihi oleh Tuhan. Tuhan mengasihi semua manusia, baik orang yang tau berbuat baik maupun yang tidak tau berbuat baik, orang yang tau berterimakasih maupun yang tidak tau berterimakasih. Ini berbicara kasih Tuhan yang secara global. Tapi hari ini yang saya mau bagikan adalah kasih Tuhan yang special, yaitu bagi orang-orang yang mau berkomitmen dengan Tuhan. Kasih Tuhan yang tanpa syarat itu memang untuk semua orang, tapi belum tentu semua orang akan menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan.

Kata ”orang-orang yang dikasihi” dalam firman ini, tidak berbicara tentang kasih Tuhan yang secara global tapi yang secara khusus/special. Dalam bahasa Ibrani kata ”orang-orang yang dikasihi” berasal dari kata hassyit, artinya orang-orang yang hidupnya diabdikan hanya bagi Tuhan. Hal ini berbicara tentang orang-orang yang dikhususkan, yang dikasihi special oleh Tuhan.

Ada 3 hal yang digaris bawahi dari ayat ini :

Yang pertama, “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi”, berbicara tentang kasih Tuhan yang special yang merupakan kasih Tuhan yang kekal buat kita.

Yang kedua, “yang mengikat perjanjian dengan Aku” berbicara tentang ikatan janji yang harus kita lakukan sebagai suatu syarat terjadinya hubungan.

Yang ketiga, “berdasarkan korban sembelihan!” dan tanpa korban tidak mungkin ada sebuah ikatan janji. Jika kita perhatikan di Alkitab semua yang berbicara tentang perjanjian selalu disertai dengan korban. Pada umumnya cara melakukan perjanjian di Bangsa Israel, yaitu masing-masing pihak harus membawa korban, dan setiap korban itu harus dibelah dua, dan sebagian korban yang telah dibelah itu diletakkan berhadapan, dan setiap orang yang mengambil bagian dalam perjanjian itu, harus melewati korban yang berhadapan tersebut. Ini menggambarkan juga tentang Tuhan Yesus sebagai korban untuk membuka tirai pemisah kita untuk datang kepada Bapa. Bapa sudah memberikan korban sebagai perjanjian. Lalu sudahkah kita memiliki korban?

Kita lihat contoh perjanjian Abraham dengan Tuhan, dalam Kejadian 15:9-15 : “Firman TUHAN kepadanya "ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati….” Ada 2 Janji Tuhan buat Abraham yaitu yang pertama adalah akan memiliki banyak keturunaan dan yang kedua adalah keturunan Abraham akan memiliki Negeri yang akan dijalani oleh Abraham. Kita lihat bahwa Abraham mempunyai sisi kemanusiaan yang merasa tidak percaya atau kuatir, Abraham bertanya kepada Tuhan bagaimana Tuhan akan melakukannya baginya. Kejadian 15:8 “Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?"Dan Tuhan menjawabnya dengan mengadakan perjanjian dengan Abraham, dan Tuhan menyuruh Abraham untuk mengambil korban (Kejadian 15:9 : “Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.") Tuhan memberikan rasa aman atau suatu jaminan kepada Abraham bahwa Ia akan menepati janjiNya.

Kita lihat ayat selanjutnya dalam Mazmur 15:11: “Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.” Ini berbicara tentang burung-burung buas yang ingin mencuri janji Tuhan dalam hidup kita. Apa saja itu?

  1. Pikiran yang takut/bimbang. Kita lihat kisah Daud (1 Samuel 27: 1 “Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: "Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain…..”) karena pikiran takut kita bisa mengambil keputusan yang salah. Seperti Daud karena takut ia pergi mengikuti bangsa Filsitin, yang mengakibatkan akhirnya ziklag terbakar.
  2. Pikiran tertuduh. Hal ini sering yang membuat kita mundur dari Tuhan, bukan Tuhan yang menolak kita, tapi kita sendiri yang merasa tidak pantas dan layak untuk kembali pada Tuhan. Hati-hati saudara pikiran tertuduh ini bisa berupa pikiran yang datangnya dari iblis berupa dakwaan yang berkata “kamu tidak bisa lebih baik dari sekarang”, kita harus bisa membedakan suara intimidasi/dakwaan dan suara teplakan Roh Kudus.

Mari kita menjadi anak Tuhan yang punya komitmen terhadap Tuhan, saat kita bertumbuh untuk semakin dewasa, kita harus belajar untuk menjadi anak Tuhan yang tidak hanya mau menerima kasih Tuhan tapi juga mau berkomitmen untuk membalas kasih Tuhan dengan mengadakan suatu perjanjian dengan Tuhan. AMIN !!!

 

 

Streaming CMC FM

Klik tombol PLAY : atau buka dengan

CMC on Youtube

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com