Monday, 25 October 2010 17:51
HUKUM DALAM HUBUNGAN ILAHI
Bapa mengejar sebuah hubungan..
Sejak kecil, saya mendengar orang tua saya mengeluh saat perjalanan ke luar kota jika makanan di depot yang mereka jumpai sangatlah mahal. Memang disana hanya ada menu, tanpa harga. Itu memungkinkan para penjual makanan di jalanan menaikkan harga hingga 2x lipat dari harga normal karena mereka menyadari kami berasal dari luar kota. Sekali makan, mungkin tak akan makan lagi ditempat yang sama, sehingga makanan menjadi mahal. Entahkah apa kejadian seperti ini juga terjadi di tempat anda, tetapi ini sering kami alami. Mereka mengejar keuntungan, bukan hubungan. Berbeda dengan warung bebek goreng di kawasan saya tinggal, menjadi tempat langganan yang tetap bagi para mahasiswa dan warga sekitar, tentu harganyapun stabil dan tidak berubah-ubah untuk mengeruk keuntungan. Baginya, dia mengejar sebuah hubungan, untuk mendapatkan pelanggan.
Bapa mengejar sebuah hubungan..hubungan seperti apa yang Bapa kejar dalam setiap diri kita? Kita akan mempelajari hukum-hukum yang ringkas bagi yang menjalin hubungan dengan Bapa juga, yang mengejar sebuah hubungan, bukan keuntungan sebesar-besarnya.
1. Hubungan Bapa dan Anak
Hubungan Bapa dan anak adalah yang paling menyenangkan. Saat kita dilahirkan kembali, menjadi bayi rohani dan anak rohani, kita mendapatkan perhatian dan kasih. Apa yang kita minta akan diberikan dengan cepat, jika tidak, mungkin kita akan menangis.
Hukum yang perlu kita pelajari dalam hubungan ini adalah;
a. Hukum kasih Bapa dan disiplin Bapa
Dasar yang paling penting untuk membangun hubungan ini adalah memahami kasih Bapa. Kasih Bapa adalah kasih tanpa batas, tanpa syarat dan kasih yang mendidik dalam kebenaran. Kasih Bapa seperti susu buat anak dan bayi rohani. Mereka selalu haus akan kasih dan kebenaran, cerita-cerita dari sorga untuk menguatkan mereka dan memberikan mereka pertumbuhan yang baik. Seorang anak juga harus memahami Bapa mendidik untuk kebaikan kita, karena Dia mengasihi anak-anak-Nya
b. Hukum Penerimaan tanpa syarat
Kasih dari dunia bersyarat, bahkan kasih orang tuapun ada batasnya. Sebagai anak, kita harus mengerti Bapa menerima kita tanpa syarat. Kegagalan dan kejatuhan itu dimaklumi pada tahapan ini. Dia memahami dan menerima kita seutuhnya, tetapi Dia tetap akan mengarahkan dan menegur jika kita berbuat salah. Ya dengan penuh kesabaran, Bapa mendidik kita.
c. Hukum Kewajiban dan hak seorang anak
Seorang anak harus tahu akan kewajiban dan haknya sebagai seorang anak. Firman Tuhan berkata kita adalah anak yang memanggil Dia ”Abba, ya Bapa” dan kita berhat mendapat janji dan warisan ilahi yang kekal yang nilainya lebih daripada warisan dunia manapun. Kewajiban sebagai anak tetap harus kita lakukan. Hormati Bapa. Setiap anak pasti juga ingin menjadi kebanggaan buat Bapa di Sorga, seorang anak ingin diperhatikan, disayangi dan diperhitungkan Bapanya. Seorang anak ingin memberikan yang terbaik dan menyenangkan hati Bapanya. Inilah anak. Sedangkan anak palsu hanyalah mengambil hak, tetapi bukan kewajiban, mengejar keuntungan, bukan hubungan. Anak palsu pasti akan terpisah dengan sendirinya, sebab yang tak murni tak akan bertahan dalam menjalin hubungan dengan Bapa.Monday, 25 October 2010 17:47
AKU RINDU MENGISI BEJANAMU..
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
2 Kor 4:7
Beberapa waktu yang lalu, saya sedang memimpin dalam ibadah anak muda, dan Tuhan berbicara kepada roh saya mengenai bejana. Tuhan berkata “ Betapa Aku rindu mengisi bejana-bejanamu dengan minyak, tetapi bejanamu bocor, dan rusak..”
Bapa di Sorga sangat merindukan kita dapat dipakai-Nya sebagai bejana kemuliaan-Nya. Mari kita menyanyikan berikut dengan sungguh-sungguh:
Tuhan, ku mau menyenangkan-Mu
Tuhan, bentuklah hati ini
Jadi bejana untuk hormat-Mu
Cemerlang bagai emas murni
Tuhan kuserahkan hatiku
Semua kuberikan pada-Mu
Kuduskan hingga tulus selalu
Agar aku menyenangkan-Mu
Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu
Hanya itu kerinduanku
Menyenangkan-Mu, senangkan hati-Mu
Hanya itu kerinduanku
Menjadi bejana, apa maksud-Nya?
1. Bejana dibentuk lewat banyak proses
Bejana dibuat kebanyakan dari tanah liat. Tanah liat akan mengalami berkali-kali proses;
- Tanah Liat digali dalam tanah
- Diinjak-injak dan dipisahkan
- Tanah liat harus dibersihkan dan direndam dalam air,
- dipukul, ditekan keras dan diputar dengan layer untuk menghilangkan gelembung udara dan dibakar.
- Dia harus diputar-putar di dalam roda, ditarik dan didorong berulang-ulang sebagian untuk mendapatkan bentuk, dan disiapkan untuk dikeraskan.
- Dan tiba saatnya untuk dibakar!
Jika kita mau menjadi bejana, maka tidak ada cara lain selain melewati proses-proses menyakitkan diatas
2. Bejana diisi dengan minyak (2 Raja-raja 4)
Saya teringat akan seorang janda wanita dengan nabi Elisa, dimana wanita taat menyediakan bejana-bejana yang dikumpulkan dari semua kenalannya dan mujizatpun terjadi! Minyak tidak berhenti mengalir sampai semua bejana yang disiapkan itu penuh!
Bejana melambangkan hidup dan hati kita sendiri. Jika bejana itu bocor, maka yang terjadi adalah bejana itu tidak akan pernah dipenuhkan. Hidup kita perlu dipenuhkan dengan Kristus sendiri. Dalam hati kita akan mudah sekali terasa hampa dan fana, karena memang kita hidup dalam dunia yang hampa.
3. Bejana dapat diproses dan dibentuk ulang sesuai kebutuhan Penjunan
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Yeremia 18:4
Jika bejana rusak, maka apa yang akan dilakukan Penjunan? Bagi pengguna bejana, mungkin akan membuang bejana itu dan diinjak-injak orang sebab tidak ada gunanya lagi. Tetapi bagaimana dengan Penjunan? Dia membuat bejana dengan tujuan dan maksud tertentu. Dia yang paling tahu tentang seluk beluk bejana itu, dan jika bejana itu rusa, maka Dia juga yang sanggup mengerjakan ulang bejana itu menjadi indah kembali dimata-Nya. Mungkin ada pergantian fungsi dan panggilan dari bejana itu, tetapi jika bejana itu tetap mau menjalaninya dengan rela dan sukacita, saya percaya diapun akan menjadi bejana yang berguna bagi Tuannya kelak
4. Bejana dibentuk dengan kehendak dan tujuan yang berbeda, semua bejana dipakai Tuannya
Siapa kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? Roma 9:20-21
Apa maksud dipakai Tuhan?
Ketika saya bertobat mula-mula, yang paling menjadi tangis dan doa saya adalah ” Tuhan, pakai saya! Saya tidak pernah mau menjadi orang yang biasa, pakai saya..pakai saya! ”
Lambat laun saya belajar, tidak cukup hanya berkata ” Tuhan, pakailah hidup saya!” seperti seorang pegawai yang melamar pekerjaan pada sebuah toko boneka dan berkata ”Pak masukkan saya, ijinkan saya bekerja di toko ini!” tetapi pertanyaannya adalah ”Apakah anda layak untuk bekerja disana dan bisa dipercaya?”
Sejak saat itu saya mulai berhenti selalu berkata demikian, saya tahu kerinduan Tuhan atas hidup saya adalah memakai hidup saya menjadi bejana kemuliaan-Nya! Tetapi apakah saya layak untuk dipakai? Apa yang bisa saya kerjakan buat Dia?
Apa arti kata dipakai? Jika saya pergi ke sebuah pesta pernikahan, saya akan mempersiapkan diri dan berdandan seperlunya. Saya akan memakai baju yang cantik, yang sudah saya persiapkan, perhiasan berupa anting, gelang, kalung, cincin, dan juga sepatu yang indah. Saya bertanya pada anda, apakah sepatu adalah benda yang saya pakai? Ya, bahkan aksesoris jepit kecil di rambut saya, tak terlihat tetapi saya memakainya! Saya membutuhkannya! Apakah baju saya pakai? Ya! Demikian juga dengan Bapa..jika Bapa ingin memakai hidup kita. Jangan protes jika Bapa memakai kita seperti apapun yang Dia mau. Andaikanpun anda memiliki panggilan yang tak terlihat, tak terkenal, tidak spektakuler...tetapi anda menyadari panggilan anda dan bahagia didalam-Nya, saya rasa itu adalah pemakaian Allah yang luar biasa!
Ingat, sobat..pemakaian Bapa tidak dilihat dari seberapa menonjolnya kita, seberapa hasil besar yang kita kerjakan, tetapi dilihat dari bagaimana Tuhan puas dan senang memakai kita, tanpa peduli sebagai apapun itu..saya berdoa, kita dapat memahaminya...
5. Bejana perlu menyucikan diri
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 2 Tim 2:21
Saya suka ayat ini! Jika kita mau dipakai untuk hal-hal yang mulia, sekalipun tentunya pemakaian itu adalah hak Tuhan, tetapi kita akan mendapatkan bagian-bagian terbaik, kehendak yang sempurna! Jika anda ditantang, apakah anda menghendaki kehendak Bapa yang sempurna dalam diri anda ataukah kehendak yang diijinkan dan berkenan? Mana yang akan anda pilih??
Jika Bapa sudah mendapatkan hati seseorang yang dapat dipercayai-Nya, jangan heran, perlakuan Bapa akan berbeda! Bukan berarti Tuhan pilih kasih! Bayangkan seorang boss yang sangat percaya kepada asistennya, dia akan memberikan perlakuan khusus, diutus untuk hal-hal yang penting dan dipercaya dengan hal-hal yang besar, berbeda dengan karyawan biasa. Boss tetaplah menghargai dan membutuhkan karyawan itu tetapi beda dengan asistennya, dia adalah kepercayaannya.
Bagaimana menjadi kepercayaan Tuhan dan mendapat kehendak-Nya yang sempurna? Tidak ada cara lain, anda harus selalu belajar mengenali Dia dan kehendak-Nya dan selalu memilih Dia diatas apapun yang ada. Menyucikan diri dari pencemaran duniawi, maupun pencemaran rohani.
Ev. Evie Mehita
Monday, 25 October 2010 17:42
BAU KEBUSUKAN
Pernahkah anda menutup hidung saat berdekatan dengan orang lain, karena bau? Ya, walau memalukan, tetapi mungkin anda tidak tahan dengan baunya, dan langkah paling tepat adalah menjauh!Page 9 of 32