Monday, 25 October 2010 17:35
PERSIAPAN JADI PENGANTIN RAJA
Setiap orang pernah memimpikan sebuah kata “Pernikahan” dalam benaknya, entah ketika dia masih kanak-kanak ataupun remaja, dewasa, dan yang mau menikah dengan seseorang yang dicintainya. Ketika saya masih anak-anak hal yang tak pernah terlupa dan selalu membuat saya tersenyum saat mengingatnya adalah saat dimana seringkali saya setiap malam berdandan di cermin besar miliki ibu saya. Ibu saya memiliki selimut tebal berwarna biru, selimut garis-garis yang kelihatannya menjadi selimut sepanjang zaman…malam-malam ketika semua keluarga sibuk di luar, menonton Film, kakak belajar di kamar atau bermain di luar, saya masuk ke kamar dan berkaca begitu lama. Si kecil mulai mencari-cari apa yang bisa dipakainya, untuk rambut, wajah, dan baju. Jepit-jepit kecil yang ada di rak kami, karet, maupun penghias wajah miliki ibu saya. Semuanya saya pakai sebisa mungkin, lalu saya mengambil selimut-selimut tersebut dan memakainya sebagai baju dan jubah yang panjang sampai ke tanah, lalu apa yang terjadi? Saya tetap memandangi kaca dan bergaya.. “action!” wow..apakah saya memiliki bakat terpendam menjadi artis? (kelihatannya bukan begitu!)…
Setiap anak kecil memiliki mimpi dalam hatinya menjadi seorang putri dan raja. Para gadis kecil bermain boneka tentang wanita dewasa yang cantik dan berpakaian indah bak putri kerajaan, lalu berjumpa dengan Pangeran impiannya. Demikian mimpi anak laki-laki, yang rindu menjadi seorang pangeran, yang dewasa, kuat, dan gagah. Sebenarnya apa yang sedang tanamkan kepada manusia, dan orang-orang seperti kita? Saya sekarang sadar dan yakin, bahwa ketika saya masih kecil, saya bukan ”BA” alias dalam bahasa jawanya ”Bento Anyaran” atau orang gila baru, seperti yang pernah dijulukkan kepada saya ketika saya bertingkah aneh seperti itu. Bagi saya tidak aneh, saya hanya mau menjadi seorang Putri!. Ternyata Bapa telah menanamkan dalam diri anak-anak kesayangan-Nya, para putri dan pangeran-Nya suatu hasrat, kerinduan untuk kembali menjadi putri dan pangeran Raja...karena kita memang adalah putri dan pangeran dari Kerajaan-Nya!
Tuesday, 19 October 2010 15:00
My Hope
(September 2010)
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah (Ibrani 6:11-12)
Dari ayat diatas kita diajarkan bahwa dalam kehidupan ini mari kita jadikan harapan sebagai milik yang pasti sam pai pada akhirnya. Saya percaya, kita semua pasti punya harapan-harapan dalam menjalani kehidupan. Apakah arti pengharapan? Pengharapan merupakan kesabaran untuk menantikan sesuatu yang diyaki ni akan terjadi dimasa depan. Pengharapan tidak berbicara tentang masa lalu tetapi berbicara tentang sesuatu yang ada dimasa depan. Apa yang menjadi harapan-harapan kita didalam hidup ini? Mungkin itu harapan untuk mengalami pemulihan dari Tuhan, harapan untuk mendapatkan pekerjaan, pasangan hidup yang terbaik dan harapan-harapan yang lainnya. Saudara, pengharapan itu penting untuk kita miliki dalam menjalani hidup ini. Jika tidak ada yg diharapkan berarti kita seperti orang yang putus asa.
Tuesday, 07 September 2010 13:31
Tongkat Estafet Iman
(Agustus 2010)
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)
Ibrani 1
1 berbicara banyak tentang iman, dan dijelaskan tentang warisan iman yang luar biasa. Namun seringkali kebanyakan orang sulit untuk bisa melihat dan mempercayai apa yang tidak kelihatan itu, manusia cenderung selalu melihat “casing” (apa yang terlihat oleh mata). Ada warisan iman yang sebetulnya Tuhan berikan dari zaman dahulu kala dari generasi ke generasi, mulai dari Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, dan yang lainnya. Sampai pada ayat 32 Paulus mengatakan tidak cukup waktu untuk menjelaskan satu persatu pahlawan-pahlawan iman yang ada di Alkitab. Di ayat yang ke 33-40 merupakan ayat yang cukup mengagetkan saya, bagaiman iman mempunyai kuasa yang luar biasa. Pada kesempatam kali ini saya akan menyoroti apa yang ditulis pada ayat 40b “...tanpa kita mereka tidak dapat sampai pada kesempurnaan”. Apa maksud dari ayat ini? Saudara, banyak hamba-hamba Tuhan yang mendapatkan bahwa kita ini adalah Generasi Akhir, kalau di gereja ini kita menyebutnya dengan Generasi Jawaban Doa (The Answered Prayer Generation), ada juga yang menyebutnya dengan Generasi Penuntas. Apapun sebutannya yang pasti kita memang adalah generasi akhir. Tanpa kita maka iman dari pahlawan-pahlawan iman yang terdahulu tidaklah sempurna.
Page 10 of 32